RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
|
Satuan Pendidikan
|
: SMK N 2 Yogyakarta
|
|
Mata pelajaran
|
: Teknologi Dasar Otomotif
|
|
Bidang keahlian
|
: Teknologi Rekayasa
|
|
Program keahlian
|
: Teknik Otomotif
|
|
Paket keahlian
|
: Teknik Kendaraan Ringan (TKR)
|
|
Kelas/ Semester
|
: X/ 1
|
|
Alokasi Waktu
|
: 4 JP (@45 menit)
|
A.
Kompetensi Inti
KI-3. Memahami,
menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional lanjut, dan metakognitif secara multidisiplin sesuai
dengan bidang dan lingkup kerja Teknik dan Manajemen Perawatan Otomotif pada
tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan
potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga
masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KI-4. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif,
kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik secara mandiri. Menunjukkan keterampilan
mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak
alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik secara mandiri.
B.
Kompetensi Dasar
3.1.
Memahami
prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
4.1.
Menggunakan
prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
C.
Indikator Pencapaian
Kompetensi
3.1.1.
Menjelaskan prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
3.1.2.
Menguraikan prinsip-prinsip
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
3.1.3.
Mendeteksi potensi dan resiko
kecelakaan kerja.
4.1.1.
Menunjukkan
prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
4.1.2.
Mengontrol penggunaan
prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
D.
Tujuan Pembelajaran
Setelah
berdiskusi dan menggali informasi, siswa mampu:
1.
Menjelaskan pengertian keselamatan dan kesehatan
kerja.
2.
Menjelaskan dasar hukum/undang-undang K3.
3.
Menjelaskan tujuan dan syarat K3.
4.
Menjelaskan pengertian bahaya dan kecelakaan kerja secara mandiri.
5.
Menjelaskan 2 (dua) jenis penyebab kecelakaan kerja secara mandiri.
6.
Menjelaskan 6 (enam)
jenis bahaya dan 7 (tujuh)
jenis kecelakaan kerja secara
mandiri.
7.
Menjelaskan 6 (enam)
hierarki pengendalian bahaya secara mandiri.
8.
Mengidentifikasi bahaya yang terdapat dalam gambar
atau ilustrasi tersebut, sekaligus menentukan cara pengendaliannya.
9.
Menjelaskan minimal 5 (lima) alat pelindung diri
yang digunakan di dalam bengkel secara mandiri.
10. Membuat dokumen
pengendalian bahaya yang terdapat di lingkungan sekolah secara berkelompok.
11. Melakukan observasi
penerapan K3 di lingkungan sekolah secara berkelompok.
E.
Materi Ajar
1.
Pengertian
keselamatan dan kesehatan kerja.
2.
Dasar
hukum K3.
3.
Tujuan
dan syarat K3.
4.
Alat
pelindung diri
5.
Pengertian bahaya dan kecelakaan.
6.
Jenis bahaya dan kecelakaan.
7.
Prosedur pengendalian bahaya.
F.
Pendekatan, Model, dan Metode
Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik
Model : Discovery learning dan
project based learning
Metode : Ceramah, tanya jawab,
diskusi
G. Media Pembelajaran
1.
Power
Point
2.
LCD
Proyektor
3.
Papan
tulis
H.
Sumber Belajar
1.
Hariyanto.
2013. Teknologi Dasar Otomotif 1.
Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah
Kejuruan.
2.
Handout
bahaya dan kecelakaan.
I.
Kegiatan Pembelajaran
Teori
|
Kegiatan
Pembelajaran
|
Waktu
|
|
|
I.
|
Pendahuluan
|
|
|
|
1. Guru membuka pelajaran dengan memberi salam.
2. Guru membimbing siswa untuk berdoa sebelum memulai pelajaran,
3. Guru
melakukan presensi kehadiran siswa,
4. Apersepsi
atau memberi penguatan kepada siswa tentang pentingnya belajar keselamatan
dan kesehatan kerja.
5. Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada kompetensi memahami
prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
6.
Memberi pertanyaan mendasar kepada siswa terkait
materi yang akan diajarkan.
7. Guru memberikan tanggapan positif
sebagai penguatan dalam bentuk lisan kepada siswa yang telah mengemukakan
jawabannya.
|
10 menit
|
|
II.
|
Inti
(discovery learning)
|
Waktu
|
|
|
1.
Stimulation (memberi stimulus).
·
Guru
menyajikan bacaan, gambar, dan video terkait keselamatan dan kesehatan kerja yang
terdapat dalam file powerpoint.
·
Siswa
memperhatikan sajian powerpoint
yang diberikan oleh guru.
2.
Problem Statement (mengidentifikasi masalah).
·
Siswa
mengidentifikasi berbagai permasalahan yang muncul dari sajian yang diberikan
oleh guru.
·
Guru
memancing siswa untuk dapat mengidentifikasi masalah
·
Guru
memilah dan menentukan permasalahan yang sesuai tujuan pembelajaran.
3.
Data Collecting (mengumpulkan data).
·
Guru
membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk berdiskusi mencari jawaban atas
permasalahan.
·
Siswa
mencari jawaban atas permasalahan yang ditemukan melalui handbook, buku cetak, internet, guru, atau sumber belajar
lainnya.
·
Guru
membantu siswa dalam mencari jawaban atas permasalahan yang ditemukan.
4.
Verification (memferifikasi).
·
Siswa
memferifikasi kebenaran jawaban dengan guru.
·
Guru
menjawab ferifikasi jawaban siswa.
5.
Generalization (menyimpulkan).
·
Guru
menggiring siswa untuk menggeneralisasikan hasil simpulannya pada suatu
kejadian atau permasalahan yang serupa.
·
Siswa
menggeneralisasikan hasil simpulannya pada suatu kejadian atau permasalahan
yang serupa
|
30 menit
|
|
III.
|
Penutup
|
Waktu
|
|
|
1.
Guru membantu siswa untuk merangkum materi keselamatan
dan kesehatan kerja dengan memberikan pertanyaan.
2.
Guru memberikan arahan siswa untuk mengakses
buku referensi
yang digunakan untuk pertemuan selanjutnya.
3.
Guru mengakhiri dengan
menyampaikan materi dan kegiatan pembelajaran yang akan datang dan memberikan
pesan moral kepada siswa.
4.
Guru membimbing siswa untuk berdo’a sebelum mengakhiri pelajaran.
5.
Guru memberikan salam
penutup.
|
10 menit
|
Praktik
|
Kegiatan
Pembelajaran
|
Waktu
|
|
|
I.
|
Pendahuluan
|
|
|
|
1. Guru membuka pelajaran dengan memberi salam.
2. Guru membimbing siswa untuk berdoa sebelum memulai pelajaran,
3. Guru
melakukan presensi kehadiran siswa,
4. Apersepsi
atau memberi penguatan kepada siswa tentang pentingnya belajar keselamatan
dan kesehatan kerja.
5. Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada kompetensi menggunakan
prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
6.
Guru menyampaikan proyek kelompok yang akan
dilakukan yaitu mengidentifikasi dan membuat pengendalian bahaya secara
dokumen dilingkungan sekolah (4 JP) dan melakukan observasi penerapan K3
dilingkungan sekolah (2 JP).
7. Guru membagi kelompok dan membagikan
tugas masing-masing.
|
10 menit
|
|
II.
|
Inti (project based learning)
|
Waktu
|
|
|
1.
Penentuan pertanyaan mendasar (Start with the Essential
Question)
·
Pada
tahap ini peserta didik secara kelompok/individu dihadapkan pada bagaimana
cara mengatasi permasalahan dan menentukan projek yang paling tepat cara
mengatasi masalah.
·
Permasalahan
yang dihadapi yaitu bagaimana mengontrol bahaya yang ada dilingkungan sekolah
dan bagaimana mengetahui sejauh mana pelaksanaan K3 di sekolah.
2.
Mendesain perencanaan proyek
·
Peserta
didik merancang projek yang telah di tentukan baik desain/perencanaan,
gambar, bahan maupun teknis pengerjaannya.
3.
Menyusun jadwal (Create a Schedule)
·
Tahap
ini peserta didik menyusun jadwal (waktu pelaksanaan), distribusi kerja dan
presentasi.
4.
Memonitor kemajuan proyek (Monitor the Progress
of the Project)
·
Tahap
ini peserta didik mengerjakan projek sesuai rancangan dan distribusi kerja
serta menyampaikan progres/kemajuan pengerjaan projek.
5.
Menguji hasil (Assess the Outcome)
·
Peserta
didik memeriksa hasil projek dengan membandingkan dengan rancangan dan
pendidik menilai kemajuan peserta didik.
6.
Mengevaluasi pengalaman (Evaluate the Experience)
·
Melakukan
refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan.
|
110 menit
|
|
III.
|
Penutup
|
Waktu
|
|
|
1.
Guru menilai hasil pekerjaan siswa dan
menyampaikan komentar tentang pekerjaan yang sudah siswa lakukan.
2.
Guru mengakhiri dengan menyampaikan
materi dan kegiatan pembelajaran yang akan datang dan memberikan pesan moral
kepada siswa.
3.
Guru membimbing siswa untuk berdo’a sebelum mengakhiri pelajaran.
4.
Guru memberikan salam
penutup.
|
10 menit
|
G. Penilaian
- Teknik penilaian
Tugas,
tes tertulis, dan
portofolio.
- Instrumen
Penilaian
a.
Tugas
Identifikasi minimal 3
(tiga) bahaya yang terdapat dalam gambar berikut sekaligus tentukan cara
menangani bahaya yang anda temukan!

Gambar 01.
Kondisi bengkel
b.
Tes tertulis
Jawablah
pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!
1)
Jelaskan
apa yang dimaksud keselamatan dan kesehatan kerja!
2)
Sebutkan
minimal 2 undang-undang yang mengatur K3!
3)
Sebutkan
minimal 5 tujuan K3!
4)
Jelaskan
apa yang dimaksud dengan bahaya dan kecelakaan!
5)
Sebutkan
minimal 5 (lima) jenis bahaya beserta contohnya!
6)
Sebutkan
6 (enam) hierarki pengendalian bahaya!
Kunci
jawaban
1)
Keselamatan
dan kesehatan kerja adalah suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman
baik bagi pekerja, pekerjaan, perusahaan, maupun bagi masyarakat dan lingkungan
sekitar tempat kerja.
2)
Undang-Undang
No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja,
Permenaker No
5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Permenaker No
4 Tahun 1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3),
UU no. 23
tahun 1992 tentang kesehatan,
UU no. 25
tahun 1991 tentang ketenagakerjaan.
UU nomor 13
tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
3)
Mencagah
terjadinya kecelakaan
Mencegah
timbulnya penyakit akibat/pekerjaan
Mencegah/mengurangi
kematian
Mencegah/mengurangi
cacat tetap
Mengamankan
material, konstruksi, pemakaian, pemeliharaan bangunan-bangunan, alat-alat
kerja, mesin-mesin, pesawatpesawat, instalasi, dsb.
Meningkatkan
produktifitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin kehidupan produktifnya.
Mencegah
pemborosan tenaga kerja, modal, alat dan sumber produktif lainnya sewaktu kerja
dsb.
Menjamin
tempat kerja yang sehat, bersih, nyaman dan aman sehingga dapat menimbulkan
kegembiraan semangat kerja.
Memperlancar,
meningkatkan dan mengamankan produksi, industri serta pembangunan.
4)
Bahaya
(hazard) merupakan semua hal yang
dapat menjadi sumber kecelakaan atau kerusakan pada alat, bahan, orang, dan
lingkungan. Sedangkan kecelakaan (incident)
merupakan kejadian tidak diharapkan dan tidak direncanakan yang terjadi secara
tiba-tiba dan menyebabkan cidera pada alat, bahan, orang, maupun lingkungan.
5)
Jenis
bahaya:
a)
Mekanikal
(contoh: benda berputar, ketinggian, posisi dibawah benda kerja)
b)
Radiasi
(contoh: sinar las listrik)
c)
Panas
(contoh: air radiator, engine setelah running)
d)
Kimia
(contoh: air aki)
e)
Listrik
(contoh: listrik PLN, aki, kabel)
f)
Biologi
(contoh: bakteri, virus, jamur, semut)
6)
Hierarki
pengendalian bahaya:
a)
Eliminasi
(dihilangkan)
b)
Substitusi
(diganti)
c)
Isolasi
(diputus)
d)
Rekayasa
engineering (didesain)
e)
Administrasi
(dokumen)
f)
APD
(alat pelindung diri)
c.
Portofolio
Penilaian
portofolio digunakan untuk menilai praktik dimana ada dua job, yaitu
mengendalikan bahaya dilingkungan sekolah dan mengobservasi penerapan K3 di
sekolah. Produk pengendalian bahaya dapat berupa dokumen SOP, rambu-rambu,
petunjuk, dan lain-lain. Sedangkan observasi menggunakan lembar observasi
sebagai berikut.
Checklist kelayakan peralatan K3
Nama Paket Pekerjaan/Kode : Kelayakan Peralatan K3
Hari, tanggal :
……………………………………………
Lokasi :
……………………………………………
Anggota Kelompok :
………………………………………………………………………………
|
No.
|
Aspek yang disimak
|
Ada
|
Tidak
|
Keterangan
|
|
1
|
Pedoman K3L
|
|
|
|
|
2
|
Rambu-Rambu & Semboyan K3
|
|
|
|
|
3
|
Peralatan K3L
|
|
|
|
|
4
|
APD sejumlah tenaga kerja
|
|
|
|
|
5
|
P3K
|
|
|
|
|
6
|
Helm Layak
|
|
|
|
|
7
|
Sepatu Layak
|
|
|
|
|
8
|
Sarung Tangan Layak
|
|
|
|
|
9
|
Kaca mata layak
|
|
|
|
|
10
|
Penangung jawab K3
|
|
|
|
- Rubrik penilaian
a.
Penilaian tugas
Apabila
siswa dapat menyebutkan 3 bahaya sekaligus cara pengendaliannya mendapat 10
poin. Apabila siswa dapat menyebutkan 2 bahaya sekaligus cara pengendaliannya
mendapat 7 poin. Apabila siswa dapat menyebutkan 1 bahaya sekaligus cara
pengendaliannya mendapat 4 poin. Apabila siswa tidak dapat menyebutkan bahaya
maupun cara pengendaliannya mendapat 0 poin.
b.
Penilaian tes tertulis
·
Nomor 1. Apabila pengertian keselamatan dan kesehatan kerja benar
mendapat poin 10, apabila kurang tepat poin akan dikurangi sesuai indikator
yang salah/tidak muncul.
·
Nomor 2. Apabila mampu menyebutkan 2 undang-undang K3 mendapat 5
poin, jika hanya menyebutkan 1 mendapat 2 poin.
·
Nomor 3. Apabila mampu menyebutkan 5 tujuan, mendapat 10 poin.
Jika kurang dari 5, setiap tujuan bernilai 2 poin.
·
Nomor 4. Apabila pengertian bahaya benar mendapat 5 poin dan
apabila pengertian kecelakaan benar mendapat 5 poin. Sehingga total poin no 1
adalah 10.
·
Nomor 5. Setiap menyebutkan jenis bahaya beserta contohnya
mendapat 2 poin, apabila tanpa contoh hanya 1 poin. Sehingga total poin no 2
adalah 10.
·
Nomor 6. Apabila dapat menyebutkan hierarki dengan urut dan benar
mendapat 10 poin. Apabila terdapat kesalahan urutan atau tidak disebutkan, poin
yang didapat adalah 10 poin dikurangi jumlah kesalahan.
Nilai
akhir tes tertulis = jumlah poin x 100 : 5,5
c.
Portofolio
Setiap
kelompok yang menyelesaikan proyek, mendapat nilai sesuai kualitas proyeknya.
Rentang nilai mulai dari 0 – 100.
d.
Remidial dan pengayaan
1)
Remidial dilakukan untuk siswa yang belum mencapai KKM yang telah
ditentukan sekolah. Remidial dilakukan dengan cara observasi ke bengkel luar
sekolah untuk mengidentifikasi minimal 5 bahaya dan cara menanganinya.
2)
Pengayaan dilakukan bagi siswa yang telah memenuhi KKM dengan cara
mencetak hasil pengendalian bahaya secara administrasi yang sudah
diidentifikasi dan didesain pada saat praktikum.
|
Mengetahui
Kepala SMK
NIP
|
Yogyakarta,
Guru Mata Pelajaran,
Fatkhurohman, S.Pd.
NIM. 17530299058
|